Jumat, 05 Juli 2013

CERPEN


Mengapa Kau Panggil Dia...?


Saat senja mulai menyingsing di ambang barat. Bu Nana yang memiliki seorang Putri yang sangat cantik , baru pulang dari pasar. Ia merupakan pedangang baju dipasar dekat rumahnya. Suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi 10 tahun yang  lalu. Hal itu membuat ibu Nana harus banting tulang mencari sesuap nasi. Sedangkan Nailah,putri ibu Nana sedang gelisah dan campur marah akibat ia belum makan sedangkan nasih telah habis.
          Sesampainya dirumah,ibu Nana meletakkan barang dagangannya di kasur ruang tamu. Melihat ibunya telah datang, Nailah langsung mendekai ibunya yang sedang duduk kelelahan. “Bu,ibu gimana sih?ibu itu sebagai ibu rumah tangga harus becus dong. Aku itu dari tadi lapar, belum makan .Eh.....malah ibu senang-senang kayak gini.”bentak Nailah pada ibunya . “Ada apa toh nak?,ibu bukan senang-senang ,tapi ibu capek baru datang dari pasar  jualan  nak.”ucap ibu Nana dengan nada lembutnya walaupun Nailah sudah bentak-bentak kepadanya. “Ala....itu hanya alasan ibu saja kan. Sudah, cepat  masak, aku sudah lapar banget nih!. Cepetan dong bu....?”bentak Nailah sambil menarik ibunya hingga ibu Nana jatuh. “Astaghfirullah...ya allah, nak...”ucap ibu Nana sambil menangis. “ihhh cengeng banget sih...”bentaknya sambil membalikkan tubuhnya dan kembali kekamarnya lagi. Ibu Nana berusaha berdiri sendiri dan kedapur untuk menyiapkan makanan untuk Nailah putri semata wayangnya yang tidak bisa membantu beban ibu Nana selaku ibunya.
          Hari demi hari telah berlalu. Bu Nana begitu sabar menghadapi sifat anaknya yang semena-mena padanya. Namun bagaimanapun juga, Nailah merupakan  anak satu-satunya yang sangat ia sayangi.
          Semakin hari sikap Nailah semakin tak terkendali. Bahkan ia menganggap ibunya seperti seorang pembantunya. Pada suatu hari, Nailah sedang asik dikamarnya sambil berdandan dengan sangat cantik. Nailah memang punya paras cantik. Lalu Nailah melihat ibunya yang tiba-tiba muncul dihadapannya,ibunya muncul tanpa mengetok pintu kamar Nailah terlebih dahulu, Nailah tampak marah kepada ibunya.
“Heh,siapa yang nyuruh ke sini dan siapa yang mengisinkan ibu masuk”bentak Nailah.
“Wah... kamu cantik sekali sayang. Kamu mau kemana?”ucap ibu yang keheranan. “Bukan urusan ibu!!!. Bu,ibu belum jawab pertanyaan Nailah yang tadi....”
“Maaf nak, ibu lupa tidak ketok pintu dulu, maaf ya...!” “maaf,maaf! Memangnya semudah itu minta maaf,heh!” “maafkan ibu nak......maafkan ibu!oh iya, sekarang anak ibu yang cantik ini mau kemana sih,,kok dandannya sebegitu cantiknya...” “hehh denger yah,say yang cantik ini dibilang anak ibu. Emm,nggak ya bu.... ibu itu hanya pembantu saya, yang kerjaanya hanya mengurus saya. Saya itu tidak sudipunya ibu kandung kayak kamu. Pergi sana....ayooo cepat pergi...”ucap Nailah sambil mendorong ibunya hingga jatuh. Dan nailah sendiri keluar entah kemana perginya,meninggalkan ibunya yang masih tergeletak di lantai kamarnya.
          Nailah yang masih berdiri didepan halte bus merasa kelelahan. Namun tak lama kemudian, bus yang ditunggunya datng. Setelah bus berhenti Nailah pun naik. Di tengah perjalanan, entah apa yang terjadi, bus tiba-tiba mengerem dan membanting kekanan.
                             DDDDAAAAAAAARRRRR!!!!
`        Bus terbanting ke jurang yang dalamnya sekitar 25 meter dari atas. Semua penumpang dan supirnya tidak diketahui lagi keberadaannya. Tak lama kemudian, polisi datang ketempat kejadian. Semua korban dibawa kerumah sakit terdekat. Dari semua penumpang yang ada didalam bus tersebut hanya dua orang yang masih hidup,salah satunya tetangga Nailah.
          Tetangga Nailah tersebut memberitahukan kepada ibu Nailah bahwa Nailah mengalami kecelakaan. Bu Nana ibunda Nailah yang mendengar kabar bahwa putrinya mengalami kecelakaan pingsan dan tetangga Nailah yang bernama pak tomo itu langsung membawa ibu Nana kerumah sakit untuk diperiksa dan kebetulan bersamaan dengan Nailah yang sedang dirawat. Setelah diperiksa ternyata  menurut dokter ibu Nana mengalami penyakit jantung yang sudah parah dan hanya hitungan hari dia akan bertahan hidup. semakin hari keadaan ibu Nana semakin memburuk. Sedangkan Nailah kondisinya semakin membaik.
          Saat Nailah sadar,dirinya langsung memanggil nama ibunya. Pak tomo yang berada di dekatnya berusaha untuk menenangkan Nailah. Namun Nailah sama sekali tidak menghiraukan pak tomo. “ibu...ibu...ibu...”teriak Nailah sambil menangis...
Pak tomo mencoba menjelaskan kepada Nailah apa yang terjadi kepada ibunya. Seketika Nailah berteriak memanggil ibunya,dan dia tidak percaya bahwa ibunya sakit dan tinggal sebentar lagi.
          Nailah lansung menemui ibunya yang sedang dirawat dirumah sakit yang sama. Ketika Nailah menemukan kamar tempat ibunya dirawat. Nailah menangis dan menyesali semua kesalahan yang dia lakukan kepada ibunya yang sudah jelas-jelas ibu yang sangat sayang kepada anaknya itu. “ibuuuu....maafkan Nailah bu...”ucap Nailah yang menyesali kelakuaanya. Ibu nana terbaring lemah dan tak lama kemudian ibu nana mendengar suara putrinya yang sangat ia sayangi yaitu Nailah, ibu nana membuka matanya. “ya nak,ibu sudah memaafkan kamu. Kamu tidak apa-apa nak..”ucap ibu nana yang sanga menghawatiri akan terjadi sesuatu kepada anaknya walaupun dirinya terbaring lemah. “Nailah baik-baik saja bu? Ibu tidak usah memikirkan Nailah yang penting ibu sekarang harus sembuh..” nailah sambil memeluk dan mencium ibunya. Ibu nana hanya menangis bahagia karena putrinya sudah menyesali semuanya. Kemudian ibu nana berkata pada Nailah “maafkan ibu yah nak, jaga dirimu baik-baik yah. Ibu sayang Nailah” seketika ibu nana menutup matanya. Nailah nangis dan berteriak memanggil dokter. Tak lama kemudian dokterpun datang dan ternyata ibu nana sudah tiada. Nailah menangis histeris “ibuuu...bangun bu,jangan tinggalin nailah bu..”.  nailah tidak percaya dengan semua itu tapi itulah kenyataannya  ya allah...ampunilah segala dosanya. Terimalah ia disisiMu, bukalah pintu syurgaMu untuknya. Mengapa begitu cepat kau panggil dirinya dari sisiku???. Padahal ak masih belum bisa membuatnya bahagia. Mengapa kau panggil dirinya dariku....mengapa??,”  ucap Nailah dalam hatinya.